
GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) - Kekeringan yang terus melanda Kabupaten Gunung Kidul, selama musim kemarau 2011 meluas dari 163 menjadi 171 dusun di sejumlah kecamatan.
Kepala Seksi Bantuan dan Jaminan Sosial Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Gunung Kidul Irfan Ratnadi, di Wonosari, mengatakan, kekeringan meluas karena warga yang mengajukan bantuan air bersih bertambah, yakni ribuan warga yang tinggal di 163 dusun menjadi 171 dusun.
Menurut dia, warga yang mengajukan permohonan penyaluran air tersebar di dua dusun yang terletak di Desa Girisekar, dua dusun di Desa Girisubo Kecamatan Panggang, dan dua dusun di Kecamatan Ngawen.
"Kecamatan Panggang dan Ngawen masuk sebagai wilayah yang paling parah dilanda kekeringan. Ribuan warga dari dua kecamatan itu awal September ini mengajukan penyaluran air bersih," katanya, Kamis (8/9).
Dinsosnakertrans, kata dia, akan segera menyalurkan air bersih pada awal September ini untuk memenuhi permohonan masyarakat setempat.
"Warga yang membutuhkan air bersih pada September ini semakin banyak sehingga kami akan siapkan jadwal penyaluran secara bergilirian ke dusun-dusun tersebut," katanya.
Dia mengatakan Dinsosnakertrans akan menyalurkan sebanyak 5.000 liter untuk setiap RT di wilayah yang dilanda kekeringan sesuai dengan jadwal yang ada.
"Penyaluran air akan dilakukan secara bergiliran setiap tiga hingga empat hari sekali di setiap RT mengikuti jadwal," katanya.
Ia mengatakan, pada awalnya pihaknya hanya menyiapkan 15 tahapan jadwal penyaluran air hingga Agustus.
Namun, kekeringan yang terus mendera warga di kabupaten ini membuat Dinsosnakertrans menambah jadwal penyaluran air hingga musim kemarau berakhir.
Dia mengatakan wilayah kekeringan terparah selama ini melanda Kecamatan Girisubo, Rongkop, Tepus, Tanjungsari, Nglipar, Semin, Ngawen, dan Panggang.
Sebelumnya, menurut dia, wilayah yang dilanda kekeringan di kabupaten ini meluas ketimbang tahun lalu, yakni dari 11 menjadi 15 kecamatan.
Wilayah kekeringan meluas, kata dia, karena sejumlah mata air selama musim kemarau menghilang. Sebagian besar mata air di Kabupaten Gunung Kidul muncul di tempat lain karena pengaruh gempa bumi 2006.
Irfan mencontohkan mata air yang muncul dari permukaan di Desa Candirejo, Bulurejo Kecamatan Semin berpindah ke Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Selain Kecamatan Semin, krisis air juga mulai terjadi di kecamatan Patuk karena persediaan air dari tempat penampungan air hujan semakin menipis.
(Ant/Yan)
Kamis, 08 September 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar