Senin, 12 September 2011
BANTUL (KRjogja.com) - Seluas sepuluh hektare lahan pertanian di Dusun Sanan Sari, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Kabupaten Bantul mengalami kekeringan akibat musim kemarau berkepanjangan. Lahan tersebut tersebar di sejumlah pertanian yang masuk dalam wilayah Desa Srimartani dan tidak sedikit lahan yang sebelumnya ditanami padi terpaksa mati akibat kekeringan.
"Kami juga mendapat laporan ada sawah milik warga yang tanaman padinya baru berumur 40 hari sudah dibabat habis karena tidak ada air untuk irigasi, untuk selanjutnya dijadikan pakan ternak," kata Kepala Dusun Sanan Sari, Srimartani, Piyungan, Bantul, Mugiman di Bantul, Senin (12/9).
Ia mengatakan, akibat musim kemarau yang mengakibatkan lahan pertanian di daerah ini kekeringan saat ini terpaksa dibiarkan, sehingga bagi warga yang bertani tidak dapat melanjutkan. "Hanya ada beberapa yang ditanami palawija, seperti jagung, namun tidak banyak dan hanya sebagian yang menurut warga ada air untuk irigasi," katanya.
Sementara itu, ketua RT 3 Dusun Sanan Sari, Najiyo mengatakan, pihaknya mengaku, lahan pertanian milik warga setempat kekeringan, sehingga tidak dapat ditanami baik padi maupun palawija. "Dari sebanyak 57 kepala keluarga (KK) di wilayah RT 3 ini sebagian besar memiliki lahan berkisar 100 hingga 200 meter persegi, namun sejak musim kemarau ini tidak dapat ditanami," katanya.
Ia mengatakan, bahkan lahan miliknya yang seluas 200 meter persegi tersebut sebelumnya telah ada tanaman jagung dan kedelai namun akibat kemarau ini tidak dapat menuai hasil atau gagal panen. "Tanaman yang ada terpaksa saya berikan ternak sapi, meskipun gagal panen namun setidaknya saya dapat memberi ternak tidak harus membeli, padahal kalau beli jauh lokasinya," katanya.
Ia mengatakan, di sisi lain lahan warga kekeringan namun sebagian warga di daerah ini diuntungkan karena paling tidak setiap KK memiliki seekor ternak sapi, karena dari sebanyak 75 KK terdapat sebanyak 45 ekor sapi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar