
GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) - Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informasi Kabupaten Gunung Kidul, akan melakukan sosialisasi jalur trayek angkutan perdesaan dan perkotaan kepada para pengusaha angkutan pada akhir 2011.
Kepala Bidang Transportasi Darat Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Gunung Kidul Samsudin Effendi, di Wonosari, mengatakan pihaknya akan bekerjasama dengan Organda dan pengusaha angkutan terkait pengubahan jalur trayek agar tidak muncul persoalan saat terminal baru mulai beroperasi.
Kesiapan jalur trayek angkutan, kata dia, menjadi salah satu syarat pengajuan ijin operasional terminal baru pada Direktur Jenderal (Dirjen) Kementerian Perhubungan.
Dia mengatakan Dishubkominfo akan melakukan sosialisasi jika pembangunan fisik terminal selesai 100 persen.
"Pemkab kini sedang fokus menyelesaikan pembangunan fisik sehingga kami menjadwalkan sosialisasi pada akhir 2011," katanya, Selasa (13/9).
Menurut dia, penyelesaian pembangunan fisik saat ini hampir mendekati 100 persen.
Beberapa penyelesaian pembangunan fisik itu, kata dia meliputi, pembangunan jalur keluar angkutan, pembuatan pagar.
Ia mengatakan sejumlah jalur trayek yang akan diubah, beberapa diantaranya meliputi jalur Baran-Rongkop, Baron-Simpang empat Karangrejek, Siyono-terminal baru.
Menurut dia, pengubahan jalur trayek hanya diperuntukkan bagi angkutan perdesaan dan angkutan perkotaan.
Sedangkan, untuk jalur trayek bus AKAP dan AKDP, kata dia, tidak diubah.
"Untuk bus AKAP dan AKDP tetap melewati jalur lingkar dan tidak mengalami perubahan jalur trayek," katanya.
Pengubahan jalur trayek, kata dia, bertujuan untuk memberikan kemudahan layanan transportasi lokal bagi warga.
Kebijakan pengubahan jalur trayek, katanya, akan diberlakukan saat Terminal baru Dhaksinarga tipe A di Desa Selang, Kecamatan Wonosari beroperasi.
Ia mengatakan Dishubkominfo kini sedang menyiapkan jaringan agar pengubahan jalur trayek tersebut berjalan lancar.
Sebelumnya, Pemkab Gunung Kidul menargetkan pengoperasian Terminal baru Dhaksinarga tipe A seluas lima hektare (ha) di Desa Selang, Kecamatan Wonosari kabupaten setempat pada 2012.
Pembangunan terminal baru itu, kata dia diperkirakan menghabiskan anggaran sebesar Rp45 miliar bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DIY, dan APBD Kabupaten Gunung Kidul. (Ant/Yan)
Rabu, 14 September 2011
Tidak ada komentar:
Posting Komentar