Rabu, 14 September 2011

Terminal Selang Siap Tampung 80 Pedagang


GUNUNGKIDUL (KRjogja.com) - Pemerintah Kabupaten Gunungkidul menyiapkan 80 kios dan los untuk menampung pedagang di terminal baru tipe A di Desa Selang, Kecamatan Wonosari. Kios yang disiapkan untuk pedagang di terminal baru tersebut menyesuaikan dengan jenis barang dagangan dan kebutuhan pedagang.

Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi, dan Informatika (Dishubkominfo) Kabupaten Gunungkidul, Sumaryoto mengatakan, pemkab telah membuat konsep penataan kios dan los sesuai dengan perencanaan awal, yakni disesuaikan dengan jenis usaha pedagang. "Pemkab telah mempertimbangkan desain teknis bangunan kios dan los untuk keperluan penataan pedagang di terminal baru," katanya di Wonosari, Selasa (13/9).

Dia mengatakan, dari hasil pendataan Dishubkominfo belum lama ini menunjukkan jumlah pedagang di terminal lama mencapai 80 orang. Mayoritas pedagang itu, kata dia, merupakan agen penjualan tiket bus yang memadati kawasan dalam terminal.

Menurut dia, penataan pedagang di terminal lama Desa Baleharjo, Kecamatan Wonosari selama ini tidak sesuai konsep. Para pedagang yang mayoritas merupakan agen bus, kata dia, ditempatkan di ruang tunggu penumpang di dalam terminal.

Dia mengatakan, penataan terminal lama tidak layak karena tidak menggunakan konsep penataan terminal yang sesuai dengan standar, salah satunya adalah menempatkan pedagang di ruang tunggu penumpang. "Penataan terminal lama tidak sesuai fungsi. Sebab, sebelum dikelola Dishubkominfo, terminal lama itu berorientasi pada penerimaan PAD," katanya.

Ia mengatakan, di terminal baru ini, pihaknya berharap pedagang mendapatkan tempat yang lebih layak dengan konsep penataan yang lebih baik. Menurut Sumaryoto, pemkab saat ini belum membahas rencana relokasi pedagang karena masih fokus pada penyelesaian pembangunan fisik terminal baru.

Sebelumnya, dia mengatakan pembangunan terminal baru Dhaksinarga pada lahan seluas lima hektare telah menghabiskan biaya sebesar Rp37 miliar, yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Provinsi DIY dan APBD Pemkab Gunung Kidul. "Untuk menyelesaikan 100 persen pembangunan fisik terminal membutuhkan anggaran sekitar Rp45 miliar," katanya.

Pemkab, kata dia, mulai membangun terminal baru sejak 2007 dan pada awalnya ditargetkan mulai beroperasi pada 2011. Namun, dalam perjalanannya, kata dia, pemkab harus menyempurnakan pembangunan fisik terminal baru tersebut.

Dia mengatakan, tujuan pembangunan terminal baru adalah menyediakan fasilitas umum yang lebih memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat kabupaten ini. Pemkab, kata dia, berharap pembangunan fisik terminal ini selesai pada akhir tahun ini sehingga terminal bisa mulai beroperasi pada 2012. (Ant/Van)


Selasa, 13 September 2011

Tidak ada komentar:

Posting Komentar